Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Januari 2010

Musim Hujan Cocoknya Makan Mie Kocok di Depok..!



Pada perjalanan jajan kali ini, saya menyambangi salah satu warung mie kocok di daerah Depok, tepatnya di Jl. Margonda yang mengarah ke pertigaan arah area pasar lama - Jl. Dewi Sartika dan Depok Timur. Namanya mie kocok Bandung. Lagi-lagi, saya bertemu dengan outlet makan yang tidak terlalu besar, tapi produknya menyasar kepada keluarga tentunya. Mie Kocok Bandung dengan campuran mie dan daging yang enak dan gurih.






Nah ini adalah dapurnya. Warung ini juga menyajikan nasi timbel selain mie kocok. dapurnya kebetulan jadi satu, karena outletnya juga tidak terlalu luas. Namun pengunjung nya biasanya cukup banyak, karena setiap kami berkunjung kesitu, pasti mie kocok nya sudah habis. Pada hari itu, saya bersyukur bahwa mie kocoknya masih tersedia, tapi kami memutuskan untuk membeli nasi timbel untuk makan siang.




Akhirnya mie kocoknya selesai diracik dan siap dihidangkan. Selamat makan semua. Nantikan jalan-jalan makan saya yang berikutnya!

Sate Tegal HM Sadjim

Siapa suka sate? Saya juga termasuk penggila makanan bakar yang satu ini. Terlebih sate kambing dipadu dengan kecap, jeruk nipis, dan beberapa potongan cabe hijau atau merah. Pasti luar biasa. Hohoho.

Bagi Anda yang penggemar sate, ada sate enak yang terdapat di bilangan pejompongan-benhil. Namanya sate Tegal HM Sadjim. Saya tidak tahu sudah berapa lama restoran sate ini berdiri. Saya suka satenya yang gemuk-gemuk dan tentu saja gurih. Apalagi di warung sate ini ada plus-lusnya. Heheheh. Let's check it out!

Warung sate ini lokasinya bagus sekali. Letaknya di pertigaan jalan terusan dari bendungan hilir kearah Pejompongan. Lokasi persisnya adalah di Jl. Danau Tondano No. 8A. Pokoknya dari pasar benhil sekitar setengah kilometer sebelah kiri jalan. Depannya ada tukang duren. heheheh. Biasanya tiap jam makan siang, pasti ada kepulan asap dan bau terbakar khas tukang sate lainnya.




Nah ini bagian depan dari warung sate HM Sadjim. Tempatnya memang tidak terlalu besar tapi cukup representatif untuk makan siang. Nah coba kita tengok bagian dalamnya.



Nah ini salah satu sudut bagian dalamnya. Seperti yang saya katakan tadi, tidak terlalu besar. Tetapi biasanya sangat ramai pada jam makan siang, selain karena lokasinya yang dekat dengan daerah perkantoran, juga satenya yang enak dengan harga yang relatif terjangkau. Itu ada wajah teman saya yang terfoto, dan terlihat sangat lapar.



Ini yang saya maksud dengan plus-plusnya barusan. Selalu ada menu tambahan, yaitu sepiring kecil tahu sumedang yang masih panas dengan kecap manis bercampur irisan kecil bawang merah putih dan cabe rawit. Nikmat sekali sebagai makanan pembuka. Anda bisa lihat sendiri, saya bisa mengabadikan tahu ini saat bersisa dua, karena tidak ingat lagi kalau saya mesti memasukkan perjalanan kuliner siang ini kedalam blog. hehehe.

Well, ini satenya siap. Selamat makan ya teman. Jumpa lagi di wisata makan saya yang lain. Yummy..!!

Sabtu, 09 Januari 2010

Sushi Ya, Sushi Terjangkau Dengan Rasa Memukau

Saya adalah penyuka sushi. Sungguh. Sushi itu nikmat sekali. Dingin-dingin kenyal menyegarkan dan segar di mulut. Restoran sushi di Jakarta ada banyak ragamnya. Mulai dari yang sushi aseli, dengan harga 1 jutaan sepaket (glekk..), hingga sushi yang sudah dimodifikasi dan disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Tidak ada yang salah. Sentuhan campuran antara rasa Jepang dan Barat nya berpadu dengan sangat baik. Malah sensasinya jadi berbeda. Sushi Tei, merupakan salah satu favorit pilihan banyak penggemar sushi. Harganya standar, tidak mahal dan juga tidak bisa dikatakan murah. Poke sushi dan sushi groove juga dapat dijadikan pilihan, hanya saja secara branding, Sushi Tei masih di atas dua resto itu.

Beberapa waktu yang lalu, saya menikmati sushi di resto Sushi Ya, tempat makan sushi yang awalnya ada di Tebet, berukuran sekitar 6x4 m, sangat kecil. Walhasil, seringkali pengunjung sering tidak kebagian tempat duduk dan harus menunggu. Syukurlah, akhirnya Sushi Ya membuka cabang di Tis Square, kompleks belanja makan di area MT. Haryono. Outlet nya jauh lebih besar dengan bangunan dua tingkat. Lebih nyaman rasanya, lebih "dewasa" tp tetap cozy untuk sekedar nongkrong-nongkrong.





Kami lalu memesan beberapa jenis sushi. Sejujurnya saya sudah 2 kali makan di Sushi Ya cab. Tebet. Karena saya sudah terbiasa untuk mengambil sushi yang sudah siap saji diatas sushi bar, jadinya agak bingung untuk memilih sushi yang ada di buku menu. Terlebih tidak ada gambar untuk tiap masakannya. Tapi engga apa-apa. Seperti biasa, dari beberapa sushi yang saya pesan, tidak ada satupun yang mengecewakan.




Ini sushi yang saya lupa namanya. Dalemnya renyah2 gitu dan sangat gurih, dilapisi mayonaise nya, makin bikin rasanya istimewa. heheheheu, ajiiibb...!






Kami melahap 3 jenis sushi tersebut. Tidak dalam waktu yang terlalu lama, habis sudah. Ingin rasanya saya memesan lagi, apalagi saya belum mencicipi sashiminya. Rasanya kurang lengkap. Beberapa teguk ocha dingin sebagai penutup makan malam sushi. Aahh, rasanya nikmat sekali. Sangat puas.



Sushi-sushi yang kami habisi dalam sekejap saja. Porsinya kurang 'maaaangng...!


Dan bagian yang paling baik adalah, harganya (saya bisa katakan) sangat murah. Jadi, kalo Anda ingin makan sushi yang murah tapi tetap mempertimbangkan rasa, Sushi Ya bisa jadi pilihan. :) Sushi Ya, ya...? Yaaaa...!!!