Tampilkan postingan dengan label sikap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sikap. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Januari 2012

It's New Year, Is it New You?






It's 2011 now, the 1st January of 2011.

How are you doing? How close you are now with what your target a year ago? How happy are you right now?

How rich are you right now? How big and smart are you right now compare to last year?

Now we all are in new year whereby we usually do make target and priority, let's not forget review of what we are goin to fulfill in 2012.

I am now in middle of watching 'Catatan Si Boy' on television, remake of a very famous 90's movie in Indonesia. The movie tell story about a journey of a group of young people which deals with cars, drag race and all the automobile stufs. Unlike the other car-movies, the main character, Satriyo is a very generous and kind man. He's kinda man that would break the rules to stand up for right things for his friends. In other words, Satriyo is a macho-genuine-heroic guy! :)

What about you? What about us? Do we have to be like Satriyo to gain what we wants?

We don't need to be like that-injured during fight for what we believe and dare to gain-. In this beloved new year, let us start it with new passion, new hope, clear and sober mind, so that we would stand in front beyond others and competitors.

Selasa, 28 September 2010

Virginity?

Hari ini begitu mencengangkan. Setelah sekian lama tidak olahraga, saya akhirnya memulai pagi ini dengan berolahraga lagi. Meski agak berat untuk memulai bangun, tapi ternyata bisa. Ternyata menyenangkan dan menggairahkan.

Siangnya juga menarik. Setelah hampir dua minggu tidak mengkonsumsi nasi (dalam rangka hari berbahagia di bulan desember), akhirnya di'hajar' oleh satu paket hemat nya Hoka-Hoka Bento beserta nasinya tentunya. Kelenjar-kelenjar saya rasanya berdenyut lebih aktif dari biasanya.

Hari ini juga, rasanya untuk pertama kalinya saya mengetahui. Anggota Legislatif yang menuai kontroversi dengan idenya untuk melakukan tes keperawanan. Tes keperawanan yang idenya dilakukan sebelum memasuki sekolah menengah. Ide yang terus terang membuat alis saya berkerut dan memicingkan mata.

Tes keperawanan.

Legislatis sekarang ini memiliki banyak sekali ide-ide yang sangat belum berguna (kalau tidak mau dikatakan tidak penting). Rumah aspirasi, dana aspirasi, gedung baru, sekarang tes keperawanan.

Kenapa ya di jaman sekarang ini pejabat senang sekali mengurusi hal-hal yang ada diluar kewenangan mereka sebagai wakil publik..?

Kenapa ya tingkat akhlak selalu dikaitkan dengan maju tidaknya suatu negara..?

Kenapa ya sulit sekali bagi legislatif itu untuk melihat bahwa mereka mestinya bisa menjembatani situasi masyarakat saat ini kedalam masyarakat yang maju tanpa harus mengurusi hal-hal yang personal..?

Terlalu banyak orang yang ingin mengubah dunia ini. Beberapa diantaranya (beruntung) memiliki kewenangan untuk membuat keputusan dan peraturan dan akhirnya mengintervensi kepentingan yang bersifat sangat privat.

Teman saya mengatakan, itu hanyalah sudut pandang. Sudut pandang yang berbeda. Dengan segala kerendahan hati dan sebal, saya mencoba memposisikan diri kedalam pemikiran bahwa "kalo engga perawan, negara bobrok".

Saya percaya bahwa konsep negara yang kuat, dasar negara yang solid, berawal dari rasa kecintaan terhadapnya. Rasa kecintaan yang akan di-break down ke dalam langkah konkrit dengan memanfaatkan segala bentuk potensi yang ada, dengan saling menghargai setiap perbedaan yang ada.

Saya yakin dan percaya bahwa lebih banyak wanita di eropa dan amerika yang tidak lagi perawan, tapi bisa menjadi negara adidaya yang kuat secara fundamental.

Semoga legislatif itu ingat bahwa studi banding justru mereka lakukan ke negara-negara yang pahamnya 'virginity is not that important'.

Maling yang Bertobat

Alkisah di suatu malam di sebuah gubuk, terdapat seorang biksu yang sedang bermeditasi. Di tengah meditasinya, ia dikejutkan oleh seorang maling yang menerobos masuk kedalam rumahnya. Dengan sedikit gugup, si maling menodongkan sebilah pisau pada si biksu.

"Serahkan hartamu..!"

Biksu tersebut menatap tajam si maling. Tersenyum lalu berkata:

"Uangnya ada di dalam lemari. Ambillah yang kamu butuhkan. Tolong sisakan sedikit untukku."

Maling tersebut mengambil uang di lemari sambil terkekeh-kekeh.

"Jangan lupa ucapkan terima kasih atas apa yang orang lain berikan padamu." Kata biksu tadi masih dalam posisi meditasi.

"Terima kasih yaaa..!" Balas si maling sambil ngeloyor pergi.

Tak berapa lama, si maling pun tertangkap oleh beberapa patroli keamanan yang sedang berjaga. Polisi patroli membawa si maling ke tempat biksu untuk dimintai keterangan.

"Ini maling yang merampok rumah bapak khan?" Tanya si polisi.

Biksu tersenyum: "Tidak.. Tidak.. Aku memberikan uangku dan ia juga mengucapkan terima kasih."

Maling tersebut terperanjak, ia menangis sejadi-jadinya dan sejak saat itu menjadi murid biksu.

Mungkin banyak diantara kita yang merasa sulit atau tidak nyaman untuk melakukan hal-hal bijak yang besar. Semesta mempunyai hukum untuk setiap insan didalamnya.

Akan selalu ada ganjaran untuk setiap hal kecil yang kita lakukan. Ganjaran yang mungkin tidak pernah kita duga darimana datangnya.

Tetaplah berbuat baik teman, supaya alur hidup kita dikelilingi oleh hal-hal baik sekalipun awalnya menyakitkan untukmu.

Selamat pagi.

Jumat, 04 Juni 2010

Nenek mati, Ibu mati, Anak mati..




"Susah banget ya belajar ikhlas...."

Suatu hari di zaman dulu kala di sebuah kekaisaran China. Terdapatlah seorang Kaisar muda ambisius yang sangat ingin memenangkan pertempuran besar. Pada suatu ketika ia meminta menteri nya untuk mencarikan seseorang yang bisa membuatkan karya seni dan kata-kata yang bisa memberikan inspirasi kepada dirinya.

Dipanggillah seorang tua yang konon kesohor untuk mencipta kata-kata motivasi dan mencerahkan.

Kaisar: "Wahai pak tua. Sudilah kiranya engkau menulis kata-kata untuk memberiku semangat setiap kali ku melihat nya."

Orang tua : "Iya, saya akan coba semampu saya.."

orang tua tersebut mulai berkarya, dan terciptalah barisan kata-kata yang membuat kaisar marah dan membelalakkan mata. Orang tua tersebut dalam karya nya menulis:


"Nenek mati, ibu mati, anak mati"



Kaisar : "Hei orang tua! Aku memintamu untuk membuatkan sebuah tulisan motivasi, kenapa engkau menulis kata-kata seperti ini? Beri aku satu alasan bagus kenapa untuk tidak memenggal lehermu sekarang juga!"

Orang tua tersebut sedikit ketakutan tetapi tetap berusaha tenang untuk menjelaskan.

"Wahai kaisar yang mulia. Ini kata-kata yang sangat dalam makna nya. Karena apa yang aku tulis adalah hukum alam yang semestinya berlaku. Nenek meninggal terlebih dahulu, baru kemudian ibu, dan disusul oleh anak."

Orang tua tersebut meneruskan kata-katanya.

"Cobalah untuk tuan bayangkan sejenak apabila urutannya terbalik. Bagaimana perasaan seorang ibu apabila anaknya meninggal lebih dulu dari dirinya, dan perasaan seorang nenek apabila putrinya (ibu) meninggal lebih dulu dari dirinya.."

"Kalau anak tuan meninggal lebih dulu dari tuan pasti tuan akan merasa nelangsa, dan bila tuan meninggal lebih dulu dari pada orang tua tuan, mereka pasti akan merasakan derita.."

Kaisar tersebut mendapatkan pencerahan dari kata-kata si orang tua.







Rekan-rekan blogger, chatters, dan surfers. Banyak hal yang tidak baik/musibah yang terjadi diantara kita semua. Beberapa musibah mematikan nyawa orang-orang yang kita sayangi. Sayangnya, reaksi kita semua terhadap sesuatu yang tidak enak, seringkali berbeda.

Beberapa teman saya bereaksi untuk menindakbalik/ melawan musibah tersebut.

Teman-teman ku sekalian. Izinkan saya membagi pandangan yang baik. Pandangan yang melihat bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah dengan kekuatan kita sebagai manusia. Ada hal-hal yang memang sengaja "diturunkan" dan diridhoiNya sebagai bagian dari rahmatNya.

Teman, manusia tidak dapat merubah hal-hal yang bersifat kodrati.

Saya tidak bisa merubah bagaimana, dimana dan oleh siapa saya dilahirkan.

Saya tidak bisa merubah tatanan lahiriah saya saya yang seperti ini.

Saya tidak bisa merubah tatanan waktu dimana rasanya ada hal-hal berharga yang sudah terlewati begitu saja.

Saya tidak bisa merubah siapa yang berhak untuk lahir dan sebaliknya.

Maka dari itu, bila Anda berpikir untuk mengubah hal-hal yang bersifat hakiki karena tidak nyamannya tekanan yang Anda terima akan hal tersebut, berhentilah sejenak.
Pikirkanlah, lalu cobalah ikhlaakanlah dan rencanakan dan kerjakanlah yang baik untuk masa depan Anda.

Sesungguhnya ada hal-hal baik apabila Anda dapat mengikhlaskan yang tidak enak.
Sesunguhnya Anda dapat merubah masa depan Anda meskipun saat ini keadaan Anda tidak begitu baik.

Senin, 19 April 2010




"Saya masih sering merasa takut untuk melakukannya lagi..."

Alkisah 2 biksu muda yang sedang berkelana melakukan perjalanan. Satu biksu lebih senior daripada yang lain. Mereka berjalan melintasi hutan dan lembah. Hingga pada suatu ketika bertemu dengan seorang wanita muda yang cantik. Wanita ini rupanya hendak menyebrangi sungai, namun mengurungkan niatnya beberapa kali karena derasnya arus sungai. Dia menunggu dan menunggu.

Memberanikan dirilah dia meminta bantuan kepada kedua biksu tersebut untuk membantunya menyeberangi sungai. Biksu yang lebih senior tersenyum dan kemudian menggendong wanita tersebut hingga sisi sungai yang satu lagi, diikuti oleh biksu junior dibelakangnya yang merasa terkejut dengan sikap dari seniornya itu.

Tiba di sisi sungai, wanita itu pun mengucapkan terima kasih dan mereka berpisah.

Kedua biksu pun melanjutkan kembali perjalanan mereka. Rupanya biksu junior masih menyimpan rasa penasaran yang terlalu dalam. Sampai kemudian dia melontarkan pertanyaan.





Biksu junior: "kenapa kau lakukan itu wahai teman?"
Biksu senior: "Apa maksudmu? Aku tak mengerti.."
Biksu junior: "Wahai teman, engkau baru saja menggendong seorang wanita. Kita tidak boleh melakukannya karena kita adalah biksu..!"
Biksu senior tersenyum seraya berkata:
"Wahai temanku yang baik, aku sudah menurunkannya dari beberapa jam yang lalu. Kenapa engkau masih "menggendong"nya di pikiranmu?"

Biksu junior pun tercekat dan mendapatkan pencerahan.







Rekan-rekan bloggers, chatters, surfers. Pikiran kita adalah anugerah yang paling besar dan menjadikan kita ada di tempat dengan hierarki tertinggi diantara makhlukNya.

Pikiran inilah yang akan menetukan kualitas hidup Anda semua dan saya, dalam kehidupan bertahun-tahun kedepan. Inilah akar dari segala tindakan manusia di dunia. Tak jarang kita melihat banyak sekali teman-teman kita bahkan kita sendiri yang tidak dapat meninggalkan beban di pikiran ini.

Beban ini terbawa-bawa. Parahnya hingga puluhan tahun kedepan. Akhirnya orang-orang ini terjebak dalam keputusan yang salah karena pemikiran yang salah, akibat beban dalam pikiran yang tidak seharusnya mereka bawa-bawa lagi.

Lupakah Anda bahwa ada hal-hal yang harus berani Anda tinggalkan agar Anda dapat mengambil keputusan untuk maju.

Ingatlah kondisi Anda yang lalu, lalu lupakan.
Ingatlah kondisi masa lalu Anda yang tidak akan pernah bisa Anda ubah lagi itu, lalu tinggalkan.
Ingatlah bahwa masa depan Anda yang baik bisa Anda wujudkan saat beban itu sudah Anda lepaskan.

Ingatlah bahwa semakin banyak beban yang Anda bawa ditubuh Anda akan semakin memperlambat Anda untuk maju.

Selasa, 09 Februari 2010

Syukuri Apa yang Anda Miliki..


"Senyum Itu Ibadah."

Apabila saat ini Anda sedang berada dalam transportasi publik, coba perhatikan orang-orang di sekitar Anda. Apabila saat ini Anda sedang mengendarai kendaraan pribadi, coba perhatikan raut wajah orang-orang di kiri-kanan Anda. Apabila saat ini Anda sudah ada di kantor, coba iseng-iseng perhatikan raut muka dari rekan kerja Anda.

Sudah..?


Setelah itu, coba Anda hitung kasar berapa banyak wajah yang terlihat bahagia dan berapa banyak wajah yang terlihat "menanggung beban berat".

Setelah itu, ambillah sebilah cermin dan lihatlah wajah Anda sendiri. Kategori apakah wajah yang sedang Anda lihat di cermin tersebut?

Bahagia?
Sedih?
Jenuh?
Kesal?
Atau wajah yang menampakkan optimisme tinggi?

Atau mungkin wajah yang sedang menahan rasa kantuk? Hehehe..

Rekan-rekan blogger, surfer, browser. Alangkah baiknya apabila kita memulai hari dengan senyum dan semangat sebelum memulai sebongkah aktivitas kita. Anda semua, saya yakini, adalah pribadi-pribadi terpilih yang memiliki amanah untuk dijalankan.
Amanah yang mungkin tidak dimiliki semua orang diluar sana.

Diluar itu semua, Anda adalah pribadi yang beruntung masih memiliki kondisi fisik dan mental untuk menjalankan amanah Anda. Jangan disesali, jangan diberatkan.

Sadarilah bahwa lebih banyak orang yang menginginkan untuk menempati amanah yang saat ini Anda jalankan. Mereka rela bertukar tempat atas apa yang Anda miliki saat ini.

Sadarilah bahwa amanah ini memiliki batas waktu untuk dijalankan dan rantai kehidupan orang lain tergantung dari baiknya Anda menjalankan amanah tersebut.

Sadarilah bahwa hidup Anda adalah sesuatu yang sangat mulia untuk dijalankan, dan hal-hal baik yang Anda lakukan kemarin akan kembali Anda alami hari ini.

Maka sebelum itu, tersenyumlah. Dengarkanlah lagu-lagu yang baik. Pandangi kaca itu sebelum Anda berangkat dan katakanlah pada orang yang ada di cermin tersebut : "Saya bisa!"

Jangan pernah lupa bahwa pribadi yang baik adalah pribadi yang dapat mensyukuri hal-hal baik dan buruk dalam hidup bahkan saat orang lain tidak dapat mensyukurinya.


Tetap semangat, teman! Selamat pagi!

Selasa, 02 Februari 2010

New Indonesian Hero, Budi Soehardi




Waw..!

Ini adalah kata yang terlepas dari bibir saya saat melihat sosok seorang yang wajahnya sangat Indonesia (dan memang orang Indonesia) ditasbihkan menjadi CNN Heroes 2009.

Budi Soehardi, seorang pilot berusia 53 tahun yang membangun panti asuhan bernama Roslin Orphanage, berawal dari rasa kekhawatirannya pasca konflik di Timor Timur pada tahun 1999. Melalui televisi dari Singapura, dia melihat pengungsi yang ribuan jumlahnya bergerak menuju Timor Barat untuk menghindari konflik. Anak-anak malang yang menjadi korban.

Budi bersama istrinya segera bersepakat membantu para pengungsi itu. Mereka mengkoordinasi bantuan berupa uang, makanan, dan kebutuhan lainnya ke kam pengungsi. Aksi Budi Soehardi dengan Panti Asuhan Roslin-nya ini ditangkap oleh CNN dan akhirnya profilnya masuk sebagai finalis dari event tahunan CNN, Real Heroes. Budi Soehardi masuk ke dalam 10 besar finalis bersama dengan finalis-finalis lain dari berbagai Negara yang juga bergiat demi kemanusiaan.

Sungguh, seorang Hero yang sangat mulia. Greatest hero u are, Pak Budi...! See the CNN Heroes Award..

Senin, 01 Februari 2010

Teman Anda Menjelek-jelekkan Anda?



"Saya benci tingkah lakunya yang selalu menjelek-jelekkan saya dibelakang saya.."

Pantaskanlah diri Anda untuk hal-hal yang baik. Pikirkanlah hal-hal yang bernilai dalam setiap aktivitas yang Anda lakukan setiap saatnya. Biasakanlah diri Anda untuk selalu berpikir besar setiap waktunya, bahkan dalam waktu-waktu yang tidak pernah Anda duga.

Mental seorang pemenang selalu mencari solusi untuk setiap permasalahan dengan cara memandang sisi positif yang seringkali terlupakan bahkan kerap kali dipandang sebelah mata, tanpa Anda harus memiliki inisiatif untuk menjatuhkan orang lain meskipun orang itu adalah orang yang tidak Anda sukai.

Dengan kata lain, Anda memuliakan diri Anda dengan cara memuliakan orang lain terlebih dahulu. Ketika Anda mengangkat orang lain, sebenarnya Anda membuat diri Anda naik lebih tinggi dari yang lainnya. Alam ini selalu bekerja dengan cara yang sangat adil. Selalu ada reward untuk setiap hal-hal positif yang (bahkan) hanya Anda pikirkan.

Cobalah pikirkan bahwa tindak-tanduk Anda adalah pemicu dari indahnya hubungan antar sesama dengan tujuan untuk menaikkan nilai masing-masing pribadi.

Cobalah berpikir, bahwa tanpa Anda, yang dia jadikan bahasan untuk menaikkan "nilai"nya dimata orang lain dengan cara yang tidak baik, sebenarnya dia bukanlah apa-apa.

Sekali lagi, cobalah untuk berpikir pada sisi sebelah permasalahan yang lebih terang dan membimbing Anda untuk keluar dari pemikiran-pemikiran picik yang akan membuat Anda lebih kerdil ketimbang orang yang menjelek-jelekkan Anda dibelakang.

Tetap semangat, teman..!

Minggu, 31 Januari 2010

Waktu yang Tepat Untuk Memulai Usaha




Setelah di tulisan yang lalu saya sedikit menyinggung tentang merencakan keuangan Anda, pada tulisan kali ini saya akan sedikit berbagi pada Anda tentang bisnis.

Pertumbuhan bisnis mulai marak semenjak awal tahun millenium 2000. Bidangnya ada bermacam-macam. Mulai dari pendidikan, kuliner, salon kecantikan, otomotif, hingga yang ilegal sekalipun. Kondisi ini bukanlah hal yang aneh mengingat tingkat kemiskinan yang cukup tinggi di negara ini juga ditambah dengan sulitnya untuk mendapatkan lahan pekerjaan baru, memaksa siapapun yang tidak memiliki pekerjaan tetap untuk memutar otak dan keluar dengan satu solusi : Bisnis!

Saya yakin ada diantara Anda pun yang saat ini sudah berbisnis, atau sedang merencanakan untuk memiliki usaha sendiri, apapun alasan yang Anda miliki. Dan saya berharap semoga alasan Anda bukanlah karena latah mengikuti trend saat ini tentang passive income.

Memulai sebuah bisnis tidak sulit. Tetapi juga tidak mudah. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum memulai langkah Anda di dunia bisnis. Hal ini perlu Anda tanamkan di pikiran Anda, agar senantiasa Anda terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi dalam dunia bisnis. So, let's share..!

1. Pilih jenis usaha yang cocok dengan Anda. Pada hakikatnya, Anda harus menyukai bisnis yang Anda lakukan, tetapi Anda memiliki satu pandangan tentang prospek bisnis yang akan Anda jalani akan memberikan benefit yang sangat baik untuk Anda suatu hari nanti. Lakukan survey terlebih dahulu untuk menyeleksi tipe usaha yang sekiranya cocok dengan Anda.

2. Lakukan perencanaan bisnis Anda. Rencanakan dengan baik business plan dan action plannya. Terutama dari segi pengeluaran. Anda-anda yang tidak terbiasa berbisnis, pada awalnya akan merasa tidak nyaman. Sekali lagi, hal ini wajib untuk Anda lakukan demi meminimalisir terjadinya resiko di kemudian hari. Perencanaan wajib untuk dilakukan setiap orang yang ingin berhasil dalam usaha bidang apapun.

3. Jikalau memungkinkan untuk dilakukan, temukan seorang guru atau mentor. Orang ini adalah orang yang siap untuk membimbing Anda agar Anda tidak salah langkah. Perhatikan, mentor ini akan datang pada Anda saat Anda benar-benar membutuhkannya.

4. Kalkulasikan modal Anda untuk kemungkinan terburuk. Tidak dapat disangkal, bisnis atau investasi memiliki faktor resiko. Meskipun secara resiko, bisnis lebih dapat diminimalisir karena Anda juga melakukan peranan secara aktif, tetap saja resiko akan kehilangan uang itu tetap ada. Ingat, modal (uang) bukanlah faktor utama.

5. Yang paling penting adalah: ACTION..!! Banyak orang yang ketika akan memulai berbisnis, menunda-nunda untuk melakukannya. Rasa takut akan kehilangan uang akan membuat ini terjadi. Yang perlu Anda lakukan adalah melangkahlah sekarang juga. Keberhasilan Anda di dalam bisnis dimulai dari satu langkah awal yang Anda lakukan saat ini.

Ingatlah, bahwa Anda yang mengerjakan suatu bidang usaha sebagai bentuk penghasilan tambahan, biasanya melakukannya dengan tidak sepenuh hati. Tidak salah dengan itu. Hanya saja, hasilnya tidak akan pernah optimal. Saat Anda memutuskan untuk berbisnis, artinya Anda memutuskan untuk berani menginvestasikan hal yang paling berharga yang Anda miliki dalam hidup, waktu.

Jangan sampai waktu yang Anda miliki terbuang secara sia-sia. Temukan satu langkah pertama Anda untuk berbisnis. Ingat, bahwa negara maju adalah negara yang penduduknya memiliki banyak jiwa-jiwa enterpreneurship. Anda tidak akan pernah menemukan waktu yang tepat untuk memulai usaha. Maka dari itu, lakukanlah sekarang.

Tetap semangat, teman..!

Selasa, 26 Januari 2010

Berhenti Sejenak Untuk Berpikir Tentang Kemudian..




"Tetesan Air Bisa Melubangi Batu"

Ini adalah peribahasa China yang tidak main-main. Saya dulu sangat meragukan bahwa hal ini bisa terjadi. Bagaimana caranya tetesan air bisa melubangi bahkan menghancurkan batu karang? Logika kita mengatakan tidak mungkin. Fakta berbicara bahwa hal itu telah terjadi. Ada hal-hal yang secara logika tidak dapat dicapai. Contoh yang paling mudah adalah penemuan pesawat terbang oleh Wright Brothers.

Saat Wright Brothers, Wilbur dan Orville menemukan bagaimana cara untuk bisa menerbangkan seonggok rangka logam dan kain keudara, beberapa puluh mil dari lokasi tempat mereka bereksperimen, sekelompok ilmuwan menyimpulkan bahwa benda yang lebih berat dari burung tidak akan bisa terbang.

Kalau saja Anda bisa melihat di sekeliling Anda, betapa banyak orang-orang yang terbelenggu dan terfokus pada hal-hal yang tidak mereka miliki dan menjadikan itu sebagai halangan untuk tidak berhasil dalam hidupnya. Latar belakang pendidikan, banyaknya uang yang dimiliki, kondisi kesehatan, faktor warna kulit dan fisik. Hal-hal yang tidak terlalu penting tetapi kemudian menjatuhkan nilai kita dimata orang lain karena membuat kita berpikiran kecil.

Pada akhirnya keadaan eksternal Anda yang membuat Anda hancur jika Anda berpikir seperti ini. Padahal segala sesuatu nya timbul dari "dalam", bukan dari "luar".

Seperti apapun kondisi Anda saat ini, seburuk apapun situasi keluarga dan pekerjaan Anda saat ini, setidak bergunanya Anda di tempat kerja Anda saat ini, sejelek-jeleknya kondisi bisnis Anda saat ini, meskipun mungkin pikiran Anda sudah menjatuhkan nilai yang Anda miliki saat ini, berhentilah. Berhentilah sejenak untuk berpikir besar.

Berhentilah sejenak untuk mengumpulkan tekad.

Berhentilah sejenak untuk berpikir bahwa sebenarnya Anda adalah adalah seorang Presiden Direktur yang sedang menjalani pekerjaan seorang staff.

Berpikirlah besar bahwa usaha Anda yang mengalami kemunduran saat ini adalah sebuah anugerah dan bukanlah bencana seperti yang Anda pikirkan.

Berpikirlah sejenak bahwa segala sesuatu yang Anda pikir sebagai mustahil, hanya membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk mengerjakannya.



Selamat malam teman-teman, tetap semangat!

Sabtu, 23 Januari 2010

Your Mind Is Your (Real) Temple


"Your body is your temple."

Saya yakin pasti banyak diantara Anda yang sering mendengar pepatah kuno ini. Pepatah kuno yang diyakini banyak orang bahwa manusia harus selalu menjaga dirinya agar tidak rusak. Yang kemudian ditafsirkan sebagai sebuah hal yang berarti adalah kewajiban untuk memelihara diri secara fisik. Berolahraga, istirahat dan memakan-makanan sehat.

Tetapi lebih banyak diantara kita yang lupa bahwa tubuh kita terdiri dari fisik dan mental. Hardware dan software. Luar dan dalam. Secara umum, prinsip "menjaga" ini juga harus diterapkan pada bagian dalam dari tubuh kita. Malah rasanya lebih besar porsinya. Tubuh kita dikendalikan oleh otak sebagai fungsi utama dari pergerakan otot-otot kita. Fungsi utama dari tubuh kita adalah otak, teman-teman. Otak.

Tetapi lebih banyak orang yang lebih peduli pada kesehatan organ tubuh lainnya, karena wujud itulah yang terlihat. Well, nobody can see what inside your brain.. Memakan makanan sehat sangatlah penting, karena asupan nutrisi, vitamin dan lainnya sangat menentukan energi kita untuk beraktivitas.

Jangan lupa. Otak sama halnya dengan perut. Kualitas inputnya akan sama dengan output. Pikiran kita juga memerlukan "makanan" yang bernutrisi. Saya sangat yakin, hal-hal yang terjadi di sekitar Anda saat ini adalah hal-hal yang lebih menonjol keburukannya. Sehingga aura negatifnya lebih kuat untuk mempengaruhi pikiran Anda. Saya akan selalu mengatakan bahwa, isilah selalu pikiran kita dengan hal-hal baik dan positif setiap harinya. Setiap malam sebelum Anda tertidur.

Isilah dengan membaca buku-buku positif atau biografi orang-orang yang sudah sukses dan berhasil dalam hidup.

Hal-hal yang Anda baca dan diartikan positif oleh pikiran Anda, akan menghasilkan tindakan Anda yang memiliki kekuatan positif yang sama. Jadi saat Anda berpikir atau mengalami hal buruk, jangan lupa untuk selalu menjaga pikiran Anda. That is your temple.

Selamat malam, teman. Tetap semangat..!

Kamis, 21 Januari 2010

Berapa Hargamu?


"Good Things Never Cheap. Cheap Things Never Good."

Tagline yang cukup kontroversial (menurut saya). Mengingat, manusia bukanlah benda yang bisa dengan mudahnya diperdagangkan dengan harga yang harafiah. Tetapi tunggu dulu. Berapa banyak dari kita, Anda semua yang memiliki kehidupan yang biasa-biasa saja?

Berapa banyak dari Anda yang sebenarnya ingin keluar dari kehidupan Anda sekarang?

Berapa banyak dari Anda yang merasa jenuh akan hal-hal yang Anda miliki dan jalani tetapi Anda tidak memiliki tenaga untuk melakukan lebih?

Pernahkah terpikir oleh Anda bahwa ada orang miskin dan kaya, sukses dan tidak sukses, memiliki rumah dan mobil mewah, sementara yang lain untuk mencicil motor saja sudah mati-matian?

Padahal pada dasarnya, kita semua adalah manusia biasa dengan anugerah yang sama dariNya. Apa yang membedakan?

Teman-teman blogger, surfer dan browser sekalian. Harga yang saya maksudkan adalah kualitas hidup yang sanggup dan akan Anda raih. Saya menemukan banyak sekali kasus dimana orang-orang hanya hidup dibawah standar yang dia miliki. Kebanyakan diantara kita hanya hidup berdasarkan gaji semata. Gaji yang tidak seberapa besar, bos yang galak, klien yang cerewet, tetapi tetap mengeluh setiap waktu. Uniknya adalah, orang ini tidak melakukan hal lain dan baru yang dapat memungkinkan dia keluar dari keadaan dia saat ini.

Pernahkah Anda mengalami hal seperti ini? Sejujurnya, akan sangat sulit sekali bagi Anda untuk bisa berhasil dalam bidang yang sedang Anda tekuni dengan sikap yang demikian. Untuk bisa berhasil dalam suatu bidang, Anda harus mencintainya. Anda harus dapat merasakannya didalam diri Anda bahwa apa yang Anda lakukan adalah lebih dari sekedar kebutuhan untuk mencari rezeki.

Salah jikalau Anda berpikir, saya mencoba untuk mengatakan bahwa uang tidak penting. Uang itu sangat-sangat penting. Akan tetapi, mencintai apa yang Anda lakukan adalah hal yang tidak kalah pentingnya.

Dengan mencintai, Anda akan berbuat lebih banyak dan menekuni lebih dalam. Dengan mencintai, Anda akan memiliki visi kedepan yang lebih jelas, bahkan mendorong orang lain disekitar Anda untuk melakukan hal yang sama. Dengan mencintai, Anda akan berani berkomitmen untuk membayar harga kehidupan yang Anda mau. Jangan pernah sekalipun menurunkan harga Anda, meskipun kehidupan sekitar Anda mencoba untuk "menawar"nya. Tutup telinga Anda dari perkataan orang-orang yang tidak hubungannya dalam usaha Anda untuk menjadi lebih baik dalam membayar harga yang Anda inginkan dalam hidup ini.

Selamat malam, teman. Tetap semangat..!

Selasa, 19 Januari 2010

Tetap Kokoh Meski Kau Bodoh..




"Bego lu.." Hehehehe.

Apa ada diantara Anda yang sering melontarkan candaan seperti ini? Tanpa ragu-ragu lagi, saya akan bilang bahwa saya termasuk yang sering melakukannya. :D

Saya yakin Anda pernah bertemu seseorang yang Anda pikir sangat-sangat bodoh saat melakukan sesuatu. Mungkin juga Anda termasuk seseorang yang pernah berpikir "Aduh, saya bodoh banget.." saat Anda melakukan sesuatu yang salah. Bodoh maksud saya bukannya ceroboh ataupun sembrono.

Bodoh maksud saya adalah bodoh yang benar-benar bodoh secara intelektual. Anda memiliki kemampuan menyerap sesuatu hal atau pelajaran jauh lebih lambat dari pada yang lain, maka kita akan sebut diri kita bodoh. Saat kita mendapatkan nilai 9 sementara teman yang lain 90, maka orang lain akan cap diri kita sebagai si bodoh. Saat kita mengikuti ujian berkali-kali dengan hasil gagal/tidak lulus yang berkali-kali juga, maka kita akan dinilai sebagai bodoh.

Hei blogger, surfer dan browser. Adalah suatu fakta bahwa suatu komunitas sosial atau masyarakat menilai tinggi atau rendahnya kita menggunakan suatu standarisasi yang demikian.

Janganlah takut bila ada seseorang atau sekelompok orang yang mencap Anda demikian. Salah besar kalau setelahnya Anda ikut-ikutan berpikir hal yang sama mengenai diri Anda. Karena ketika Anda berpikir bahwa diri Anda bodoh maka Anda akan merasa kecil. Apabila Anda berpikir bahwa Anda kecil, orang lain akan menanggap Anda kecil bahkan tak ada.

Disaat orang lain berpikir bahwa Anda kecil, tetaplah berpikir besar, tetaplah berpikir pencapaian-pencapaian besar yang tidak bisa dijangkau orang pintar dengan logika mereka. Karena nilai Anda tidak sepenuhnya didasarkan atas hal-hal yang bersifat logika, akan tetapi jauh lebih besar dari pada itu.

Apabila Anda masih berpikir bahwa Anda bodoh pada suatu hal, lakukan dan kerjakan hal tersebut 5 kali lebih banyak dari orang lain yang menurut Anda pintar melakukannya! Percayalah, hasilnya akan sama bahkan lebih baik.


Tetap semangat teman-teman! Selamat malam..!

Kamis, 14 Januari 2010

Mandiri Bukan Tingkat Kedewasaan Yang Paling Tinggi?





”Ah kamu masih gini2 aja.. kapan kamu dewasa nya...?”

Manusia adalah makhluk yang unik, sekaligus menyenangkan. Manusia adalah pemangsa bagi sesamanya. Manusia mempertahankan sifat lembam. Dan berbagai macam teori tentang manusia yang saya rasa sudah pernah Anda dengar. Saya yakin Anda pasti sekali dalam hidup Anda pernah mengatakan kalimat ini: ”ih, dia aneh banget sih...”. Yap, manusia memang aneh untuk sesamanya, karena karakter-karakter yang berbeda yang menurut Florence Littaeur ada 4 karakter utama pada manusia.


Tapi malam ini saya tidak akan membahas itu. Saya akan membahas hal lainnya. Mengenai salah satu sikap manusia yang kita sebut dewasa. Berapa banyak diantara Anda yang berpendapat bahwa mandiri, adalah tingkat kedewasaan manusia yang paling tinggi? Berapa banyak diantara Anda yang berusaha keras untuk menunjukkan pada orang lain bahwa Anda adalah seorang yang mandiri? Bagi Anda yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, berapa banyak diantara Anda yang berusaha untuk membuat anak Anda belajar mandiri?


Rekan-rekan bloggers, surfer dan browser, malam ini saya ingin berbagi lagi kepada Anda semua. Mengenai 3 tingkat kedewasaan yang terjadi pada diri manusia berdasarkan buku yang saya baca.

Yang pertama adalah, tergantung. Adalah tingkat kedewasaan yang paling awal. Ibarat kata, adalah pemikiran seorang anak kecil yang selalu tergantung pada orang lain. Laksana seorang bayi yang belum bisa apa-apa. Mau makan tinggal teriak, ”makaan.. suappiinn..”. Mau digendong tinggal minta gendong, ”gendooong, kemana2..”. Mau minta cebokin tinggal minta ”udaahh...” 

Yang kedua adalah, mandiri. Ha, tingkat kedewasaan yang bagi banyak orang merupakan hierarki yang paling luhur, ternyata masih jadi yang mid-level. Mandiri artinya Anda memiliki pemikiran, logika, nalar, intuisi atau apapun yang menggugah Anda untuk menyelesaikan kebutuhan dan permasalahan sendiri. Sungguh, tingkat kedewasaan yang diidam-idamkan. Buat orang tua yang memiliki anak, rasanya mau melakukan (hampir) semua hal untuk melihat anak kita tumbuh menjadi insan yang mandiri, berprestasi dan sukses. Hal ini tidak salah, bahkan baik sekali karena saat kita melakukan semuanya secara mandiri dan sendiri, berarti menghilangkan ketergantungan kita terhadap orang lain.

Dan tingkat kedewasaan yang tertinggi adalah.... Kesaling tergantungan. Ha? Apa tuh?

Kesaling tergantungan, kita berbicara tentang kumpulan dari orang-orang mandiri yang saling menggantungkan KEPERCAYAAN kita terhadap orang lain. Hal ini yang membuatnya menjadi hierarki yang paling atas, karena bukanmudah untuk banyak orang mempercayai orang lain. Beberapa malah berpikir, mustahil. Karena mereka tidak akan melakukannya sebaik kita. Analoginya sama seperti bermain bola.
Bayangkan Anda seorang pemain bola dengan posisi menyerang yang kemudian melambungkan umpan ke depan gawang.

Karena ada teman Anda. Karena Anda percaya dia akan berusaha yang terbaik untuk melesakkan bola kedalam gawang. Karena Anda tahu bahwa hidup itu adalah kumpulan aktivitas yang TIDAK bisa Anda lakukan dengan seorang diri saja.

Jadi, mari kita sama-sama belajar lebih mempercayai orang lain dan memegang teguh kepercayaan orang lain terhadap kita.

Selamat malam, teman. Tetap semangat..!

Selasa, 12 Januari 2010

Pentingnya Status Anda di Facebook



Rekan-rekan blogger, surfer dan browser. Ini ada kutipan berita menarik yang saya ambil dari detik.

detikcom - Jakarta, Mem-posting sesuatu di Facebook memang tak boleh sembarangan, khususnya bagi para pencari kerja. Sebuah survei mengungkapkan, hampir separuh perusahaan telah menolak calon pekerja yang sebenarnya potensial cuma gara-gara Facebook sang pelamar.

Satu dari 10 pelamar kerja ternyata ditolak karena ketahuan telah mem-posting sesuatu tentang minum-minuman keras dan obat-obatan terlarang. Kemudian, 13% karena membuat komentar rasis, dan 9% lainnya ditinjau ulang karena kedapatan menempatkan foto cabul di halaman situs jejaring sosial tersebut.

Perusahaan-perusahaan itu mulai mengecek jeroan Facebook sang pelamar untuk membandingkannya dengan resume curriculum vitae (CV) yang dikirimkan. Bahkan, seperti dikutip detikINET dari Telegraph, Rabu (13/1/2010), empat dari perusahaan telah membuang lamaran yang masuk setelah melihat Facebook sang pelamar.

Gambaran tentang dampak Facebook ini didapat dari hasil survei Career Builder terhadap 450 karyawan perusahaan. Farhan Yasin, presiden Career Builder mengatakan, situs seperti Facebook bisa menjadi bom waktu.

"Banyak yang memakai situs jejaring untuk menguak hal "kotor" di dunia maya. Maka, bersihkan konten "kotor"-mu sebelum mencari pekerjaan. Hapus semua konten foto dan link yang bisa menjadi batu sandungan dalam mencari pekerjaan," imbau Yasin soal hasil survei tersebut.

Salah satu perusahaan bernama Big Brother mengakui kesalahan terbesar yang dibuat oleh pencari kerja ialah tak bisa menjaga perilakunya di Facebook. Meski telah memoles sebaik-baiknya CV mereka, namun percuma saja kalau masih memiliki catatan online yang kurang baik dan bisa dilihat semua orang.


Facebook, oleh banyak kaum dijadikan sebuah buku harian untuk menulis dan menumpahkan apa yang pemiliknya rasakan. Menurut saya status facebook telah berubah dari sekedar jaringan sosial menjadi "portfolio" pribadi yang dapat menggambarkan karakter sesungguhnya dari pemiliknya, dan saya yakini Anda pun berpikir demikian.

Tolak ukur seseorang saat ini dapat dilihat dari foto-foto dan status yang Anda rekam di facebook. Jujur saya sendiri pun terkadang masih "terpleset" menuliskan hal yang tidak semestinya di status. Perbaikan citra diri saya rasa penting untuk siapapun terlepas pekerjaan kita, sebagai profesional, swasta, pns, atau pegawai negeri sekalipun.

Nilai yang seseorang berikan pada Anda, berasal dari status facebook yang Anda tulis. Perlahan tapi pasti, saya pribadi sedang mengubah brand image tentang diri saya. Memang hal ini membutuhkan proses tetapi kalau pada akhirnya saya mendapatkan benefit -yang tidak melulu berupa uang- dari perubahan image branding ini, kenapa tidak? Hal yang sama akan saya katakan pada Anda.

Cara pandang Anda terhadap sesuatu dan diri Anda, menentukan cara pandang orang lain terhadap diri Anda. Cara Anda bertutur kata mencerminkan kualitas kepribadian Anda. Nilai yang orang lain berikan bergantung kepada apa yang Anda kemukakan dan cara Anda mengemukakan sesuatu.

Jika kemudian Anda berpikiran sama dengan saya, cobalah untuk berubah. Doesn't matter how long it will takes to change something, just do it. Perubahan memang tidak menyenangkan. Dilain waktu mari kita sama-sama berbagi soal inti perubahan.

Dipagi yang hujan ini, saya ingin sedikit berbagi dengan Anda semua. Tetap semangat..!

Apa Beda Kepemimpinan Dan Pemimpin?





”Orang lain tidak akan pernah peduli masalah Anda, sampai Anda peduli masalah mereka..”


Ketika kita bicara mengenai kepemimpinan, kita bicara lebih dari sekedar manager. Kita bicara lebih dari sekedar direktur atau presiden direktur. Kita sedang membahas hal-hal yang lebih dalam daripada kemampuan intelektual atau nalar seseorang. Pemimpin merupakan otak dari sebuah organisasi. Layaknya seorang nakhoda yang mengarahkan kemana kapal yang akan ditumpanginya menuju. Secara gamblang, pemimpin bertanggung jawab secara penuh akan hal-hal yang terjadi didalam organisasi yang dia pimpin.

Apa yang membuat orang menjadi seorang pemimpin? Apakah setiap orang bisa menjadi seorang pemimpin? Mengapa ada sebutan ”pemimpin yang baik” dan ”pemimpin yang tidak baik”? Apa yang membedakan antara seorang pemimpin dan pimpinan?

Ini pertanyaan yang selalu muncul dan bergejolak di kepala saya. Menurut suatu buku yang saya baca, kepemimpinan adalah kemampuan seseorang meminta orang lain melakukan sesuatu tanpa orang tersebut merasa terpaksa. Dengan kata lain, kemampuan orang untuk mengarahkan orang. Menurut John C. Maxwell, terdapat katup-katup kepemimpinan dimana kepemimpinan yang baik, naik dari satu katup ke katup lainnya.

Dear rekan-rekan blogger, surfer, dan browser. Visi dan kemampuan untuk mengarahkan adalah dua hal yang menentukan kapasitas Anda sebagai seorang pemimpin. Visi adalah kemampuan untuk melihat hal-hal yang belum/tidak bisa dilihat oleh orang lain, terutama organisasi Anda. Kemampuan untuk mengarahkan, lahir karena kekuatan sebuah visi, karena Anda percaya ada satu tempat yang lebih baik untuk Anda dan organisasi Anda capai. Visi ini yang nantinya akan ”diturunkan” kepada rekan-rekan nya, organisasinya.

Pemimpin yang baik akan mengembangkan kepemimpinan orang-orang yang ada di sekitarnya. Karena pemimpin tahu, ketika ada lebih dari satu orang yang berpikiran dan bervisi sama sepertinya, organisasinya akan jauh lebih maju. Dari sekian banyak orang yang ada di organisasinya, hanya akan ada beberapa orang saja yang benar-benar ”bersama” Anda. Dia akan berperan sebagai guru saat Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia akan berperan sebagai penunjuk arah saat Anda tidak paham kemana harus menuju. Dia akan berfungsi sebagai pelatih, saat Anda memerlukan peningkatan kualitas Anda.

Ingatlah selalu tagg ini:

"Seorang pemimpin diakui bukan karena jabatan, bukan karena pangkat, bukan karena harta dan status sosial. Seorang pemimpin menjadi pemimpin, karena dia peduli kepada Anda dan masalah Anda, mengarahkan dan membimbing Anda menjadi lebih bernilai daripada hari ini."

Semoga nantinya akan lebih banyak lagi pemimpin-pemimpin baru di negara ini. Selamat malam, teman!